Ciri Makhluk Hidup

<a href="https://www.freepik.com/vectors/technology">Technology vector created by freepik - www.freepik.com</a>

Tidaklah mudah untuk mendefinisikan istilah hidup secara tepat. Akan tetapi,  melalui pengamatan dan kegiatan kita dapat mencaiat beberapa ciri makhluk hidup yang membuatnya berbeda dengan benda tak hidup.
Berikut ini adalah beberapa ciri yang dimiliki oleh makhluk hidup :
a. Memerlukan Nutrisi
       Makhluk hidup memerlukan nutrisi atau makanan agar dapat bertahan hidup, tumbuh, dan melaku hidup lainnya. Bagaimanakah tumbuhan memperoleh makanan?
     Salah satu perbedaan dasar antara tumbuhan dan hewan adalah cara mereka memperoleh makanan. Tumbuhan tidak memiliki organ pencernaan, seperti mulut, tetapi dapat memperoleh bahan-bahan pembentuk makanan berupa air dan garam mineral dari tanah serta karbon dioksida dari udara. Bahan-bahan tersebut  digunakan tumbuhan untuk membuat makanan melalui proses fotosintesis: jika tumbuhan tidak memperoleh air dan garam mineral dari tanah, maka tumbuhan tidak akan tumbuh dengan baik, bahkan dapat mati. Sementara itu, hewan memperoleh makanannya dengan cara memakan tumbuhan atau hewan lainnya.
b.  Bernafas
      Makhluk hidup memerlukan energi untuk melakukan berbagai aktivitas penting, seperti untuk pertumbuhan dan bergerak. Tumbuhan memperoleh energi dari cahaya matahari melalui proses fotosintesis, sedangkan hewan memperoleh energi dari makanan yang dimakan. Beberapa zat makanan pada tumbuhan ataupun hewan, terutama karbohidrat dan lemak, menyimpan banyak energi. Energi tersebut akan dibebaskan ketika zat-zat makanan dioksidasi sehingga membentuk substansi yang lebih sederhana, seperti karbon dioksida dan air. Dalam hal ini, kita menyebutnya sebagai proses pernapasan (respirasi). Proses tersebut hanya terjadi pada sel-sel hidup. Berikut persamaan reaksinya:  Iritabilitas  C6H12O6 + 6 O2 + 6 CO2 + 6 H2 O + Energi 
c.   Iritabilitas
      Makhluk hidup memiliki respons terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya (iritabilitas),  baik yang bersifat internal maupun eksternal. Contohnya, jika suhu tubuh mamalia meningkat, maka dinding pembuluh darah dI dalam kulitnya akan melebar. Bentuk respons demikian akan menyebabkan panas menjadi berkurang atau hilang sehingga diperoleh suhu  tubuh yang optimum.
    Pada tumbuhan,gejala iritabilitas dapat dilihat  pada tumbuhan sikejut (Mimosa pudica). Tumbuhan tersebut dikenal sangat peka terhadap rangsangan sentuhan. Jika disentuh, maka tumbuhan sikejut segera merespons dengan gerakan menutup pada daunnya. Contoh lainnya adalah respons tumbuhan terhadap cahaya. Ketika tumbuhan di dalam ruangan diletakkan di dekat jendela, ujung (pucuk) tumbuhan tersebut akan tumbuh ke arah datangnya sumber cahaya.  Dalam biologi gerak tumbuhan yang demikian  disebut fototropisme.     
d.  Bergerak
        Bergerak merupakan salah satu ciri hidup yang   paling mudah diamati pada hewan. Hewan dapat   bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Ada   beberapa alasan yang menyebabkan hewan   bergerak. Misalnya, untuk mendapatkan makanan  dan melindungi diri dari serangan musuh atau  hewan predator.
      Berbeda dengan hewan, tumbuhan jarang sekali melakukan gerak berpindah tempat. Meskipun demikian, bukan berarti tumbuhan tidak melakukan aktivitas gerak Tumbuhan juga melakukan gerak, misalnya gerak sel-sel di dalam tubuh, membuka atau menutupnya stomata, dan gerak sulur. Pada umumnya, gerak pada tumbuhan beriangsung sangat lambat dibandingkan dengan hewan. Selain hewan dan tumbuhan, beberapa bakteri dan makhluk hidup uniselular lainnya juga melakukan gerak. 
e. Ekskresi
      Ekskresi merupakan proses pembuangan Iimbah tubuh yang dihasilkan dari metabolisme. Contohnya, pada proses pernapasan dihasilkan limbah berupa karbon dioksida.Limbah tersebut harus dikeluarkan dari dalam tubuh sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan. Begitu juga pada proses makan. semua sisa materi yang tidak dapat diabsorpsi oleh sel-sel tubuh akan dibuang ke luar tubuh melalui proses ekskresi.
f.  Reproduksi
      Masa hidup makhluk hidup ada batasnya. Akan tetapi, mereka semua dapat mengabadikan hidupnya  menjadi spesies yang mampu melangsungkan kehidupan melalui proses reproduksi. Reproduksi adalah suatu proses pembiakan atau perbanyakan untuk menghasilkan keturunan baru. Keturunan yang dihasilkan umumnya memiliki sifat-sifat yang sama dengan induknya (tetua), baik yang dihasilkan secara  seksual maupun aseksual. Hal itu dapat terjadi karena adanya materi genetika (berupa DNA atau RNA)  yang dapat diwariskan dari suatu generasi ke generasi selanjutnya.
g.  Tumbuh
     Benda tak hidup, seperti stalagmit, seakan tampak tumbuh. Sebenarnya, stalagmit tersebut bukanlah tumbuh. Pertambahan tinggi dan besar pada stalagmit disebabkan adanya penambahan materi baru di luar permukaannya. Berbeda dengan makhluk hidup, pertambahan ukuran tubuh berasal dari dalam. Itulah yang dikatakan tumbuh. Proses tersebut dapat berlangsung karena adanya makanan yang diperoleh secara autotrof atau heterotrof.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat Kubur